Wednesday, November 18, 2015

Manusia Sebagai Makhluk Media Sosial

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, dimana untuk memerlukan sesuatu maka orang itu harus bertemu dengan orang yang lain atau lebih jelasnya adalah Manusia dikatakan mahluk sosial yaitu mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain.Manusia dikatakan mahluk sosial, juga di karenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Ada kebutuhan sosial(social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain . seringkali didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing. Misalnya, orang kaya cenderung berteman dengan orang kaya. Orang yang berprofesi sebagai artis, cenderung mencari teman sesama artis.
Tetapi di era sekarang semua itu telah beruah setalah negara api menyerang, yaelah bukan gitu juga sih, hehehe, tapi pada era sekarang manusia cenderung lebih senang dengan dunia maya mereka sendiri yang tanpa di sadari itu semua hanya dunia yang di buat untuk memudahkan seseorang berkomunikasi tetapi itu membuat manusia semakin jauh dari kata makhluk sosial, karena sekarang manusia tidak perlu bertemu seseorang untuk membeli sesuatu atau untuk membicarakan sesuatu karena semua itu sekarang sudah di permudah dengan adanya social media ataupun toko toko online yang baru baru ini banyak berkembang pesat, oleh karena itu banyak orang yang hanya di rumah dan sibuk dengan gadgetnya sendiri.

Makhluk Sosial Media
Sekarang fenomena gadget di dunia sangatlah luar biasa, dari mulai anak kecil, remaja, sampai orang dewasa sekarang tidak pernah bisa lepas dari apa yang namanya gadget, karena gadget bisa di gunakan dimanapun dan kapanpun yang kita inginkan, dan sekarang banyak sekali gadget yang harganya lebih murah sehingga dapat di gunakan oleh semua kalangan.

Tapi di balik semua kemudahan itu banyak juga hal buruk yang di timbulkan dari kebiasaan kebiasaan dari penggunaan gadget tersebut.

1. Mata lelah dan iritasi
Normalnya mata kita akan berkedip 16-20 kali setiap menit nya, akan tetapi saat melihat layar handphone atau smartphone yang biasanya memakan waktu lama, mata kita hanya berkedip 6-8 kali per menit. Tentu saja selain membuat mata lebih kering, mata akan lebih cepat lelah hingga memicu iritasi jika berkepanjangan. Belum lagi jika menatap layar smartphone di dalam ruangan gelap.
2. Tangan kram dan nyeri 
Menggunakan smartphone yang memudahkan kita untuk online nonstop maupun bermain games membuat tangan menjadi kaku bahkan kesemutan. Posisi tangan yang terus menerus dalam keadaan yang sama dalam satu waktu panjang akan memicu nyeri-nyeri pada telapak tangan.

3. Sakit kepala
Mata lelah yang disebabkan terus menerus menatap layar smartphone akan memicu sakit kepala. Pegang pangkal hidung, yaitu bagian di antara kedua mata, akan terasa nyeri dan pusing. Jika pengguna memiliki riwayat sakit kepala berat seperti vertigo, menggunakan smartphone terus menerus bisa sangat berbahaya.

4. Gangguan struktur tulang
Biasanya orang menggunakan smartphone dalam posisi menundukan kepala. Posisi kepala tertunduk selama berjam-jam ini akan mengganggu struktur tulang punggung. Efek jangka pendeknya adalah rasa pegal-pegal di tengkuk leher, jangka panjang bisa mengakibatkan hingga pergeseran tulang.

5. Gangguan tidur
Banyak studi dan kajian yang menunjukan para pengguna smartphone lebih memiliki kecenderungan untuk sulit tidur. Baik kebiasaan yang selalu menatap layar smartphone sebelum tidur ataupun selalu berinteraksi dengan sosial media ataupun games, sehingga waktu tidur menjadi terganggu. Jam tidur juga semakin tidak teratur akibat kelelahan mata.

Selain itu juga dampak yang paling sering di rasakan yaitu kurangnya perhatian orangtua nya kepada anaknya karena sibuknya orangtua akan dunia sosialnya, Bahaya Psikologis yang paling serius adalah perkembangan konsep diri yang paling baik yang dapat disebabkan perlakuan anggota keluarga dan teman-teman, sebab adanya harapan-harapan yang tidak realistis sehingga anak merasa gagal karena tidak dapat mencapai tujuan yang diletakkan oleh orang tua atau disebabkan egosentrisme yang kuat. Apapun sebabnya, konsep diri yang kurang baik mudah berkembang pada awal masa kanak-kanak. Sekali berkembang konsep tersebut sulit diatasi. Hambatan konsep diri yang kurang baik adalah juga karena konsep tersebut cenderung menetap. Aspek pola kepribadian tertentu berubah selama awal masa kanak-kanak sebagai akibat dari pematangan, pengalaman, dan lingkungan sosial serta lingkungan budaya dalam kehidupan anak.




Artikel Terkait

48 comments

ya manusia memang harus hidup secara berdampingan ,klo sendiri akan selalu kesepian

Seiring dengan berkembangnya jaman, mau tidak mau kita harus mengikutinya, padahal pada hakikatnya berinteraksi secara langsung itu lebih baik...

bener banget gan bukan hanya kram , tapi juga kesemutan

bener nih, aku sulit tidur jadinya

pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang harus berinteraksi pada yang lain karena manusi diberi akal untuk membedakan baik dan buruk

Udah saatnya lepas gadget dan mulai berinteraksi sama orang2 sekitar

iya bener banget, rata2 orang2 skarang lebih peduli dengan lingkungan dan masyarakat maya membuat mereka anti sosial. jarang berbaur. yaa malah efek buruk gadget nya kerasa banget malah ama kebanyakan orang kayak yang udah di jabarin di artikel ini

yg jelas bikin insom kalo udah asik sosmed

kuncinya sih harus bisa mengatur pola penggunaan media sosial terutama lewat smartphone

bener banget gan, ini kejadian sama saya

Media sosial yang mengakibatkan manusia sendiri itu kurang bersosialisasi

Kalo ane sering ngalaman nyeri tulang :v

Zaman sudah berganti. Kita akan lebih fokus ke lingkungan, atau orang banyak. Emang harus kayak gitu. Tapi kalo justru itu ke media, kita bakal kayak robot. Kalo ketergantungan. Selagi g, g masalah. Sukur2 produktif

Artikelnya mantab gan
nambah info
Sankyu

sakit kepala musuh terbesar !

judulnya kurang menarik soalnya di bawahnya ngomongin soal dampak penggunaan media sosial

ya untung ada medsos buat mendapatkan teman walaupun tidak pernah bertatap muka kalo mau ketemu langsung kayaknya susah soalnya jauh kecuali yg dekat

setiap individu punya prespektif beda2 mengenai medsos. Nice gan.

medseos sendiri sudah menjadi katergantungan, tetapi dengan tujuan masing2

Ini nih yang bahaya. Awalnya semua ini dibuat untuk memudahkan, tapi pada akhirnya kita malah ketergantungan. Aku sendiri juga ngalamin itu. Itu semua nggak bisa dipungkiri.

Sakit kepala bener bgt tuh. Soalnya aku sering..

Sakit kepala bener bgt tuh. Soalnya aku sering..

wahh ane banget gan... apalagi sebagai publhizer aktif . keren nii posting ^_^

Bagus gan artikelnya sangat bermanfaat

iya gan ! keren juga postingannya !

Wah bener banget tuh gan, nice info

Ini jadi manusia makhluk media sosial kali ya....

ane setuju gan dengan postingan ente bermanfaat

Kayaknya konten isi posting dan judul agak berbeda

gan tambah artikel baru gan ane bosan ini mulu

anjritt... Emng Bener sih :v kwkwkwkw

Betul betul dari yg tua sampai yg muda , dari yg miskin sampek yg kaya semua main sosmet...

semakin majunya teknologi membuat manusia semakin idiot.

nice artikel gan

manusia emang harys begitu gan

setuju gan, intinya kita harus bisa membatasi diri dari sosial media...

Well, meskipun begitu memang susah untuk melepaskannya


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)